Merupakan sebuah Blog sederhana tempat dimana anda dapat men-download ebook ebook gratis sepuasnya tanpa perlu mendaftar dan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Setiap ebook yang dapat anda download gratis di sini yang merupakan kumpulan free ebook yang murni dapat anda temukan secara bebas & gratis di internet, kami hanya sekedar mengumpulkannya di blog ini untuk mempermudah pencarian ebook gratis anda.

Besar harapan kami agar webblog tempat sharing & download ebook gratis ini dapat bermanfaat bagi anda.

Recent Posts

Tips dan trik langsung diterima kerja di 10 menit pertama wawancara

Anda baru lulus dan sekarang sedang bingung mencari kerja?
Anda sudah membuat Curriculum Vitae yang sangat bagus namun masih kesulitan mencari kerja?
Anda ingin pindah pekerjaan yang lebih baik dan sudah berkali-kali wawancara namun belum berhasil?

Ingin tahu Tips dan trik diterima kerja di sepuluh menit pertama wawancara? Ikuti Tips dan trik saya dibawah ini. Terbukti berdasarkan pengalaman pribadi diterima kerja dan merekrut orang.

Kuncinya ada dua: Percaya diri dan langsung pada intinya

Semua pewawancara yang sudah ahli memiliki satu kunci dalam melakukan wawancara, yaitu mereka bisa menentukan seorang kandidat pelamar yang cocok untuk lowongan pekerjaan tertentu hanya dalam 10 menit pertama wawancara! YA, itu sudah jamak diketahui pegawai departemen sumber daya manusia atau HR (Human Resource). Manfaatkan 10 menit pertama ini, bahkan dimulai dari anda bertemu dengan pewawancara anda!

Tips 1: Siapkan penampilan terbaik anda

Bukan penampilan yang menurut pewawancara anda terbaik, karena anda tidak bisa membaca pikiran mereka bukan? Oleh karena itu, berusahalah memakai busana ataupun perlengkapan yang terbaik menurut anda, dan yang paling penting anda nyaman. Jika anda laki-laki dan anda tidak nyaman memakai jas dan dasi yang ketat, maka jangan dipakai! Banyak pewawancara sama sekali tidak peduli dengan penampilah „mewah“ atau „mentereng“ anda. Cukup terlihat segar, bersih, dan percaya diri, itu sudah cukup.
Buat diri anda senyaman mungkin dengan pakaian anda, jangan membuat pakaian atau perlengkapan anda malah mengganggu jalannya wawancara. Jangan sampai anda harus membetulkan jas anda ketika wawancara berlangsung, ataupun membenarkan jilbab anda yang dipasang sedemikian rupa. Kuncinya sekali lagi rapi, segar, bersih dan percaya diri. Jika anda sudah nyaman untuk diwawancarai maka itulah penampilan terbaik anda.

Tips 2: Kesan pertama penting, namun kesan selanjutnya lebih penting lagi

Kesan pertama memang penting, yaitu penampilan, busana, bagaimana anda membawa diri, mengatur volume suara, intonasi, dan pandangan mata. Namun ada yang lebih penting, yaitu kesan selanjutnya ketika wawancara baru dimulai. Pertama-tama dalam sebuah wawancara anda biasanya akan dikenalkan siapa saja pewawancara anda, proses wawancara, kemudian pewawancara biasanya akan berkata: “Sebelum kita lanjutkan, ada pertanyaan?” NAH! Disitu kuncinya! Tanyalah satu hal yaitu: “kira-kira di pekerjaan yang saya lamar ini, dicari kandidat yang memiliki qualifikasi seperti apa?” Dengarkan baik-baik jawaban pewawancara anda, akan sangat berguna. Setelah diterangkan semuanya, pewawancara akan memulai pertanyaan selanjutnya, yaitu: “Coba ceritakan mengenai diri anda terlebih dahulu secara singkat”. Saya sarankan jawab dengan poin-poin sebagai berikut (boleh tidak urut):
1. Nama, Umur, Tempat tinggal (tidak perlu alamat lengkap J)
2. Status (Menikah/Belum), Jika menikah (punya anak/belum)
3. Hobi, Mengapa anda menyukai hobi tersebut (singkat saja)
4. Pengalaman kerja. NAH! (sekali lagi :)) disini anda akan memakai jawaban dari pewawancara diatas. Ketika menceritakan pengalaman kerja, coba sesuaikan semaksimal mungkin (tapi jangan berbohong) pengalaman kerja anda sebelumnya maupun sampai saat ini (sebelum anda melamar pekerjaan baru) dengan qualifikasi yang dibutuhkan dari pewawancara anda.
Contoh: Qualifikasi yang dibutuhkan adalah: „seseorang yang bisa belajar hal baru dengan cepat, seseorang yang ahli dibidang proses pembelian barang, dan seseorang yang bisa bekerja dengan tekanan dan waktu terbatas“ Maka ketika anda menceritakan pengalaman kerja anda, sisipkan informasi berikut:“ Saya pernah diminta untuk menyelesaikan proses pembelian tanki bawah tanah dengan proses tender dalam jangka waktu 3 bulan saja, disini saya mempelajari regulasi pembelian, kemudian kontrak dengan penyedia barang, aturan impor barang, aturan tender perusahaan, hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu, dan dalam rapat mingguan dengan manajemen, saya harus menjelaskan sejauh mana proyek sudah berjalan, dengan disertai bukti-bukti nyata...“. Ketika menjelaskan usahakan ada „penekanan“ tertentu pada kalimat yang sesuai kualifikasi yang diperlukan pewawancara.

Tips 3: To The Point! Langsung jawab pada inti pertanyaan

Pewawancara mempunyai waktu yang sangat terbatas untuk menilai anda ketika wawancara berlangsung, oleh karena itu manfaatkan secara maksimal! Beri jawaban yang mereka minta, jangan bertele-tele, jangan memberikan jawaban yang terlalu umum, tapi langsung ke intinya.
Contoh pertanyaan: “Tolong berikan contoh penghargaan atau prestasi anda yang paling mengesankan bagi anda, dan ceritakan mengapa?”
Jawaban yang salah: “ Saya berhasil menyelesaikan sebuah proyek yang meningkatkan kinerja perusahaan dari sisi pemasaran dan dibantu oleh tim saya yang bekerja bahu membahu dan tak kenal lelah. Disini saya melakukan analisa mengapa sebelumnya produk kami tidak laku, kemudian diteruskan dengan masukan dari anggota yang lain..dst..dst..”
Jawaban yang disarankan: “Di tahun 2006, saya berhasil memimpin sebuah tim untuk meningkatkan penjualan dari PRODUK MEREK X yang dibandingkan tahun sebelumnya meningkat sebesar 150% dikarenakan kerjasama tim yang solid untuk menargetkan produk hanya ke pasar yang potensial, dan keberhasilan untuk merubah spesifikasi produk sesuai standar global dan keinginan pelanggan.
Terlihat bukan perbedaan jawaban yang salah dan yang disarankan?di jawaban yang salah prestasi yang diangkat terlalu umum, yaitu meningkatkan kinerja perusahaan, jauh lebih baik jika lebih khusus seperti: meningkatkan penjualan sebesar 150%. Kemudian proses mencapai tidak perlu dijelaskan detil, cukup poin-poin pendukung keberhasilan yaitu, membidik pasar potensial, dan merubah standar sesuai keinginan pelanggan.


Tips 4: Jawab dengan poin-poin

Jika anda menjawab suatu pertanyaan seperti bercerita, maka pewawancara tidak tahu mana poin penting bagi mereka untuk dicatat, karena anda tidak memberikan kesempatan mereka untuk berpikir, atau karena terlalu banyak yang diceritakan anda, mereka tidak sempat untuk mencerna informasi anda.seluruhnya untuk diasosiasikan dengan pertanyaan.
Contoh: Lihat pertanyaan di Tips 3
Jawaban yang disarankan:” Mengapa saya berhasil mencapai prestasi tersebut dikarenakan komponen pendukung sebagai berikut:
Pertama, Kerjasama tim yang solid dan saling percaya
Yang kedua, Kami hanya membidik pasar yang kami analisa berpotensi besar untuk membeli produk kami, sehingga kami bisa mengkonsentrasikan tenaga kerja kami dan memaksimalkan jalur distribusi
Yang ketiga, Kami berhasil merubah spesifikasi yang sebelumnya X ke Y yang sekarang sudah sesuai standar dari aturan global dan disesuaikan dengan keinginan kebanyakan pelanggan berdasarkan hasil survei tahun lalu”

Dengan memberikan poin-poin seperti “pertama, kedua, ketiga”, maka memudahkan pewawancara untuk mengerti, dan mencatat poin-poin penting dari pertanyaannya.

Tips 5: Sangat sangat minimalkan kata-kata tak bermakna!

Banyak kasus seseorang yang diwawancarai berbicara seperti „Mmm...“, „Eh...“, „Apa ya?“ dan banyak lagi. Memang ini membantu anda untuk waktu lebih panjang sedikit untuk berpikir, namun, kalimat anda akan sering terputus, dan poin yang hendak anda sampaikan tidak sepenuhnya dimengerti pewawancara. Jika anda memerlukan waktu berpikir, maka diam untuk beberapa saat, jangan pandangi mata pewawancara anda, dan pikir jawabannya segera (5 – 7 detik), setelah itu jawablah pertanyaan dengan lengkap tanpa terputus kata-kata tak bermakna. Boleh sekali-kali, sangat minimal sekali, anda tidak sengaja mengatakan „MMM...“ ketika ada pertanyaan sulit, namun setelah itu, pada saat menerangkan, anda stop mengeluarkan MMM lagi, atau diganti „Eh“ dan sebagainya, langsung jawab pertanyaannya!
Contoh: Lihat pertanyaan Tips 3:
Jawaban yang disarankan: “MMM…Di tahun 2006, saya berhasil memimpin sebuah tim untuk meningkatkan penjualan dari PRODUK MEREK X yang dibandingkan tahun sebelumnya meningkat sebesar 150% dikarenakan kerjasama tim yang solid untuk menargetkan produk hanya ke pasar yang potensial, dan keberhasilan untuk merubah spesifikasi produk sesuai standar global dan keinginan pelanggan.." dan seterusnya seperti yang dijawab di Tips 3,
NAH, cukup sekali mengeluarkan "MMM.."dan selesaikan kalimat anda.
Jangan sama sekali keluarkan kata-kata tersebut lagi di pernyataan atau jawaban atas pertanyaan yang sama.
LATIHAN: Sangat direkomendasikan untuk berlatih simulasi wawancara di depan cermin, dan perhatikan jika anda banyak Hmm..MM.M..atau Eh, maka coba lagi sampai hanya tersisa satu MMM diawal

Menurut pengalaman saya, jika anda sangat sedikit mengeluarkan kata-kata tak bermakna tersebut, maka interupsi akan minimal untuk “MMM, Hmm” sehingga interview berjalan dengan lebih lancar, dan langsung ke jawaban inti untuk pertanyaan, dan anda bisa memaksimalkan 10menit waktu pewawancara anda!

Semoga berhasil, ikuti saran saya, tapi berdoalah ke Yang Mahakuasa sebgai jalan awal minta kemudahan dari-NYA.

Tertarik dengan tips dan trik lainnya untuk diterima kerja hanya dalam 10 menit pertama wawancara? Tunggu artikel saya selanjutnya


http://anekatipsku.blogspot.com/